Counseling
is Ours
Assalamu’alaikum wr wb.
Ketemu lagi dengan Suparman, setelah kita sharing tentang Psikologi Konseling yang mencakup pengertian, area, dan fungsi, serta sejarahnya. Disini akan membahas tema tentang pentingnya bimbingan dan konseling (BK), demi memudahkan teman-teman dalam membaca tema ini, maka untuk selanjutnya saya akan menyebutnya BK. Pertemuan kali ini Suparman mau sharing ke teman-teman semua mengenai BK dengan tiga pokok bahasan, yaitu:
1. The need for guidance & counseling (Kebutuhan untuk bimbingan dan konseling)
2. Types of guidance & counseling services (Tipe/karakteristik bimbingan dan konseling)
3. The Relationship between educational, guidance, and counseling (Hubungan antara pendidikan, bimbingan, dan konseling)
Dalam perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari ketergantungan satu dengan lainnya sehingga satu sama lain akan selalu saling membutuhkan. Kendatipun manusia adalah makhluk yang mandiri dan tidak boleh terus berpangku tangan serta bergantung kepada orang lain melainkan harus “berdikari” atau berdiri di atas kaki sendiri. Namun, pada hakikatnya manusia tidak mungkin merasa hebat sendiri tanpa memerlukan bantuan apapun dari orang lain walau seorang Suer-M@n Sang Super Hero pun pasti perlu bantuan dan akan membutuhkan jasa yang lain untuk kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, BK sangat dibutuhkan dalam penunjang hidup kita entah dalam waktu terdekat maupun jauh, individu atau sosial, begitu juga di dunia dan akhirat.
Kebutuhan untuk BK menjadi milik manusia karena secara naluri manusia adalah makhluk yang lemah dan serba terbatas. Alasan lain mengapa manusia butuh BK yaitu unik dan tidak bisa disama ratakan karena satu dan lainnya mempunyai perbedaan (individual differences), sehingga mau ataupun tidak harus menerima dan memahami perbedaan itu. Kesenjangan dalam hidup pasti ada di setiap individu, oleh sebab itu kita dituntut untuk beradaptasi guna kelangsungkan hidup bersama dengan seirama. Hal diatas merupakan tugas semua insan dalam menciptakan tatanan hidup yang baik, bekerjasama, dan bermusyawarah akan dibutuhkan. Perkara hidup bersama banyak masalah jangan lagi beranggapan kalau orang lain selalu bersalah sementara diri sendiri merasa paling benar, karena hidup pasti dinamis dan tidak akan pernah diam di satu titik. Maka, BK merupakan fasilitas untuk menjembatani semua itu agar hidup manusia bisa terus berkelanjutan dan berkesinambungan.
Kebutuhan konseling bisa beriringan dengan keberagaman budaya secara luas pun individu secara spesifik. Perspektif agama pun ikut melengkapinya, diantara hadits yang berkenaan dengan materi ini adalah,
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi, nasrani, ataupun majusi.”
Manusia memiliki banyak kebutuhan dalam dirinya sendiri untuk dipenuhi diantaranya, be loved (dicintai), be accepted (diterima), be acknowledge (dihargai/dihormati), attitude (mengembangkan sikap), dan ways of thinking (cara berfikir), oleh karena itu manusia tidak akan pernah meninggalkan peranan-peranannya dalam hidup. Adapun karakteristik dalam BK ada tujuh yang disingkat menjadi (OPIIC FR), antara lain:
A. Orientation (arahan)
B. Placement (penempatan)
C. Individual Inventory (tes/penilaian individu)
D. Information Services (layanan informasi)
E. Counseling Services (layanan konseling)
F. Follow Up (tindak lanjut/penanganan)
G. Research & Evaluation (penelitian & evaluasi)
Hubungan antara pendidikan, bimbingan, dan konseling


Mohon maaf saya tidak bisa membarikan gambaran yang
jelas
Lingkaran besar kiri ialah area pendidikan, lingkaran besar kanan adalah zona bimbingan di luar sekolah, daerah irisan lingkaran besar merupakan wilayah bimbingan di sekolah, dan space lingkaran kecil yaitu ranah konseling yang terbagi menjadi dua, konseling di sekolah dan konseling di luar sekolah. Pada gmabar tiga lingkaran diatas menjelaskan bahwa pendidikan, bimbingan, dan konseling merupakan tiga aspek penting dalam kehidupan manusia yang satu sama lain saling berkaitan dan melengkapi, dan tidak boleh dipisah-pisahkan.
“Jika pendidkan dan bimbingan dipisahkan dari konseling, maka bukanlah pendidikan &
Jika bimbingan dan konseling dipisahkan dari pendidikan, maka bukanlah BK.”
“Terima kasih, sampai jumpa di pertemuan berikutnya...”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar